biasanya, aku menyebutkan nama panggilan orang yang aku ajak bicara, bahkan kadang aku menyebutkan namaku ketika menyebutkan tentang diriku dalam pembicaraan. walaupun, kadang juga aku menyebut aku dan kamu.
Dalam bahasa sms/chat/atau bahasa tulis lainnya pun aku berbuat seperti itu.
"Mbak Fulanah, ima nanti mau pinjam buku blabla, dibawain ya, jzk"
"Ifa (pinjam nama orang), kamu udah makan belum, makan sama aku yuk"
"Uni, ima nanti titip rendang ya"
semacamnyalah...
tetapi, kadang aku bingung untuk menempatkan orang yang aku ajak bicara sebagai siapa
maksudku, untuk orang yang lebih tinggi usianya aku pakai mbak/mas sebelum menyebutkan nama panggilan sebagai ungkapan hormat, untuk teman sebaya lebih ke nama panggilan atau 'kamu'...
tapi, ada saat di mana, dia (seseorang yang akan aku panggil) itu usianya ya, sebaya...namun, tampak lebih dewasa daripada aku...di sini kebingungan terjadi...hey, fulanah atau fulan...ehm, rasanya tak enak...tapi kalau ditambahi mbak or mas, aneh juga ik 
di tengah kebingungan, muncul lagi istilah2 antum, anti, ente, ane, ukhti, akhi... (hue, maaf ding, dulu pas SD pernah belajar bahasa arab barang sekejap)
tambah bingung lagi aku...ketika ada orang yang memakai istilah antum/anti ato ukhti waktu memanggilku, aku agak lama mikir, aku akan membalasnya dengan memakai istilah2 sama atau memakai istilah biasanya saja...eh tau2 aku malah memakai istilah 'saya' dan 'anda', weleh, akibat bingung banget tuh 
...
"Fulan...Fulan... bagaimana aku akan memanggilmu?"
aku kadang jg gt, klo pake bahasa yg serius biasany pake saya dan anda.. hehe
ReplyDelete