”ROKOK”
Apa sih yang terpikir dalam benak kalian pertama kali mengenai rokok?
Klo menurutku ya <mohon maaf bagi ’pecinta’ rokok, karena inilah kata hati nuraniku sebenarnya>
Apa sih enaknya rokok, barang yang (bagiku) amat sangat ’terkutuk’ (sori, bahasanya terlalu kasar), aku pikir rokok n’ ganja sama aja deh, buktinya sama-sama bikin kecanduan (ya to?) tapi ups, belum dibuktiin di laboratorium ilmiah—eh apa udah?? Kasih tau klo udah biar lebih akurat yach.
Rokok bikin saya sengsara, masa’ saya lagi enak-enakkan menghirup udara ciptaan Allah ini tiba-tiba diobrak-abrik ama asap rokok yang tidak berperike-udara-an (bahasa amburadul)
Menurut saya ya, perokok itu keliatan banget ketidak-gentle-annya (maksudnya?!) maksudku, coba deh diliat (n’ dicium) para perokok kebanyakan (karena bisa aja ada yang tersinggung neeh, klo saya bilang semua perokok) keliatan banget ’kemproh’nya, gak ganteng deh, ciri-cirinya mata merah, mulut item, kulit kusam (efek dari asap rokok yang kena ke wajah—tapi belum dibuktiin secara ilmiah sih, hehehe J) terus nih ya, klo dicium, perokok itu nggak wangi, karena bau asap rokok yang lebih kuat bikin bau parfum sebotol hilang tak berbekas. Dan ini masalah yang lumayan sensitif nih, menurut saya para perokok (kebanyakan) berkurang solidaritas dan hati nuraninya, buktinya di dalam bus yang penuh sesak bergumul dengan bau keringat yang ”jhdusgXXX@##” eh ketambahan asap rokok dari perokok yang nggak tau tempat. Ini yang bikin saya yang notabene adalah pelanggan setia angkutan umum pengen cepet-cepet punya kendaraan pribadi.
Oke, saya nerima bila ada yang protes ”sebagian pendapatan negara berasal dari cukai rokok, dan hidup buruh pabrik rokok sangat tergantung dari banyaknya konsumen rokok”, iya iya saya ngerti, toh itu emang masalah ekonomi di Indonesia yang nggak bakalan selesai dibahas... tapi setidaknya klo pengen ngrokok izin dulu deh ama sekitarnya pada keberatan apa enggak, tapi lebih baik lagi merokoklah di tempat yang nggak ada orang lain (di mars, mungkin juga) atau yang paling baik adalah BERHENTI MEROKOK!!! Pasti para perokok sampai hafal yang tertulis di iklan rokok mengenai bahaya rokok, tapi kaya’nya cuma jadi angin lalu aja, ibarat keledai yang tau klo jalan yang dilewatinya berlubang tapi tetap saja lewat jalan itu walau berkali-kali jatuh (mboknya ditambal dong jalannya).
Oh ya, tadi udah disebutin belum ya—klo menurut saya perokok itu pembunuh berdarah dingin—dia nggak cuman mendholimi dirinya sendiri tapi juga mendholimi orang lain, bahkan udah tau kan klo perokok pasif risikonya lebih besar (dasar nggak empati banget tuh perokok2 aktif—sebel sebel sebel!!!)
Jadi ingat sama bapak saya, beliau nggak merokok tapi beliau jadi perokok pasif yang sangat aktif (maksudnya) ya, beliau perokok pasif tapi sering kumpul ma perokok aktif yaa...beliau amat sangat ’sakit’ (saya juga sakit hati—kasian bapak saya—kalian tega sekali, bapak saya kan sudah tua, tapi beliau empatinya besar, saya jadi iri)
Jadi siapa yang masih merokok??? (saya sarankan untuk hentikan sekarang juga!) ato saya akan dendam selamanya (tapi dendam tak terbalas koq, saya dendam dalam hati saja ^o^ )
but, akhirnya saya tak tahan untuk 'menyimpan dendam', saya sudah 'patah hati' dengan para perokok dan rokok itu sendiri , saya putuskan untuk 'perang' dengan rokok
, hiks