Friday, 27 March 2009

Pawai Kalem dan Santun...

Tahu tak, kemarin tanggal 26 Maret itu kan libur... biasanya, saya kalau ada hari libur satu saja pastilah sudah balik ke rumah, tapi kali ini tidak *hihi
pasalnya, saya menanti-nantikan untuk bisa ikutan acara satu ini.
Dulu, tanggal 17 Maret itu kan di Jogja ada rapat umum partai kita semua itu, tapi berhubung saya ada kuliah...dan saya pamitnya ke ortu kan buat kuliah, jadi saya tak ikut... hiks, sedihnya.
Lain kali, saya akan pamit ke ortu buat menuntut ilmu saja, jadi kalau ada acara lagi, saya masih bisa menuntut ilmu di acara itu, tak harus di bangku kuliah. tak ada kata dibilang bolos deh. *hehe
sebenarnya, waktu itu juga saya kepikiran buat bolos--yang tanggal 17 itu--tapi apa daya saya ditinggalkan oleh teman-teman, jadi tak ada temanlah buat berangkat, tak ada pula pangeran berkuda putih yang datang...mau nekat menjemputnya *halah, tapi ternyata tinggal kuda putihnya, alias taksi i***a k****a, hehe...
mau nekat naik taksi pergi ke stadion Mandala Krida gitu...tapi sifat anak baik saya lebih kuat, hihi...saya memutuskan untuk tidak bolos kuliah...
nah, mengobati 'kekecewaan' hari itu, tanggal 26 ini saya bersikukuh ikut...dan bersama teman-teman: Bella, Esty, Ojie, dll, kami ikut di daerah Mlati. Sebelum pawai menuju lapangan Denggung, diadakan pengajian, makan bakso bareng, lalu bagi sembako murah, baru deh...pawai yang dinanti-nanti...
tahu tak, rute yang ditempuh...weleh, masuk ke pelosok-pelosok, jalan desa...yang seukuran satu mobil... tapi teteup seru dong, palagi namanya aja pawai kalem dan santun, tiap ketemu orang senyum...udah gitu, emang rombongan dari daerah Mlati itu kader-kader yang ikut mayoritas akhwat, jadi ya...tak ada gitu yang namanya tararam bum bum...*apa coba, yang ikhwan cuman beberapa dan naik mobil bersama beberapa penduduk desa yang diajak serta...
nah ya, jalan desa kan tak selamanya mulus-mulus saja, jadi saya usul ni...pada yang di sana itu...hehe, kalau tuh target 20% tercapai, mohon, jalan yang telah dilewati selama kita semua pawai, jadi mulus...lagi *inga inga, ting...mohon perhatian ya...
setelah muter-muter desa, yang kalau saya disuruh ngulang, walo dibayar sekalipun *lebay mode ON, saya tidak akan hafal lagi...eh tau-tau...ternyata emang cuman muter, akhirnya kembali ke jalan awal tadi berangkat...*doh!
trus dilanjutkan melosok-melosok lagi dan baru deh sampai ke lapangan Denggung yang udah banyak orang dari daerah-daerah lain...kagak hafal kalau disuruh nyebutin...
di Denggung, ada orasi politik, doa bersama, nasyid2 ria...dll, trus dilanjutkan shalat Dhuhur berjamaah...seruu...
walau panas, hehe... sebenernya saya waktu itu--yang selalu tidak tahan dengan hantaman panas--hanya duduk-duduk di tengah lapangan sambil berpayung ria, tetep ceria...*hihi
tapi kadang-kadang saya ikut berdiri dan lonjak-lonjak, ups...yang belakangan enggak koq, suer deh!!! entar dimarahi mbak-mbak santika *loh! xixi
setelah shalat dhuhur, baru deh kami pawai lagi, mengantar penduduk yang diajak itu...dan kali ini pun sama, melosok-melosok lagi! dengan rute yang berbeda tentunya... (saya tau kalau rutenya berbeda walau saya tetap tidak ingat kalau disuruh mengulang)
penting atau tidak, saya sempet terlelap di boncengan teman saya *terima kasih mbak Rahmi yang dengan sukarela membonceng saya yang cukup berat ini, hehe... cuman bentar, soalnya panas terik begitu, saya pun sebelumnya merasa ngantuk sekali sewaktu masih di lapangan, heum...kayaknya saya tuh benar-benar merasa ngantuk di saat yang tidak tepat! *dan tidak bisa tidur di saat harusnya tidur...
setelah sampai di tempat tadi kami mengadakan pengajian dan sembako murah, pawai pun bubar, dan dipersilakan pulang ke rumah masing-masing...tapi, kami masih merasa kurang *dasar, "hah! udah selesai!!! kurang niy..." kata Esty dengan muka cemberut dibuat-buat. "Tuh, ada rombongan lain," kata Bella... "Buruan, buruan...ikut itu," ajak Esty, dan kami pun mengikuti rombongan yang entah dari mana dan menuju ke mana, haha (kutipan kata-kata tidak sama persis)
setelah 'membututi' rombongan *yang juga akhwat2, di belakang, mereka belok ke arah jalan yang kami tidak tau ujungnya bakal ke mana... "ini ke mana niy," tanya mbak Rahmi, "Wah, jangan-jangan ini muter lagi..." kata Esty... "Gya..." semua shock namun tetap mengikuti dan pasrah... tapi, ujung dari jalan itu ternyata adalah ring road!!! koq bisa...?! tapi kami semua menarik nafas lega, *serasa kembali ke peradaban, ekstrimnya gitu...hehe, tapi enggak koq, cuman karena udah haus sangat, lapar, berpeluh-peluh...
setelah sampai ringroad, dan dihentikan oleh lampu merah, kami tanya ke rombongan itu finish mereka di mana..ternyata mereka bakal berenti di jembatan Pogung...kami pun bernafas lega lagi, karena daerah tujuan kami pun dekat situ...yaitu: eng ing eng...
warung d'gun!!! mantaps...
panas-panas gini, minum es degan...hoho!!! *Ifa, pengen...Ifa pengen...
tapi mbak Rahmi yang dari tadi memboncengkan aku tidak ikutan makan, beliau harus menghadiri acara lain, ya udah deh...bubye, mbak...eh
semua pesan es degan beda-beda, saya seperti biasa, es degan orange gelas...Bella tuh pesen es degan lime gelas, Esty pesen es degan milk gelas, mbak Prima es degan original gelas...dan Ojie...es degan ori yang utuh! tapi dia gak pesen makan...biar gak kekenyangan katanya...
tapi setelah habis tuh es degan, dia gak mau lagi-lagi deh pesan yang utuh katanya...
dan senja itu yang cerah itu...didinginkan oleh guyuran hujan...

Friday, 13 March 2009

research university???

peristiwa ini terjadi waktu aku sama temenku 'jalan-jalan' ke gedung pusat.

ceritanya sih gini, aku nemenin temenku yang ada 'urusan' di gedung pusat. nah, temenku itu PKMnya lolos kan, jadi dia lagi dalam tahap menjalankan PKMnya *bosone gak jelas... atas rekomendasi dosen pembimbingnya, dia disuruh melihat laporan KKN beberapa tahun yang lalu yang juga dibimbing oleh dosen ybs. pertamanya sih ke ruang apa gitu lupa namanya di lantai dua gedung pusat sayap selatan... nah karena ternyata di tempat itu cuman menampung laporan keuangan dari proyek KKN, karena mereka yang mendanai (digarisbawahi ya) jadi tidak ada laporan lain yang sebenernya itu yang diperluin oleh temenku. oleh bapak yang ada di ruang itu, kami disuruh ke ruang LPPM, di sana ada laporan yang boleh dipinjam, mungkin... (garis bawahi mungkinnya). ha, kenapa...karena dari bahasa verbal maupun non verbal bapak itu kami baca sebagai: LPPM itu tempat menyeramkan dan kalian keluar dengan selamat masih untung, *lebay mode on, sebenernya sih secara tersirat bapaknya bilang klo dulu laporan kkn itu gak boleh dipinjem, gak tau klo sekarang...gitu (itu yang aku tangkap)

terus kami naik ke lantai tiga, di mana LPPM itu berada... di sana kami bingung sejenak karena di ruangan itu banyak sekat dan tak ada nama ruangan yang jelas...trus karena muka bingung kami yang amat sangat kentara, seorang bapak menghampiri dan menanyakan keperluan, hehe...kami terlalu geer ding, sebenernya bapak itu sedang berpindah dari tempat bersekat ke tempat bersekat lain dan kami 'cegat' buat menanyakan perihal laporan kkn yang jadi most wanted itu.
setelah temenku mengulang kalimat yang sama dengan sewaktu di ruang di lantai dua tadi, bapak itu bertanya, laporan kkn tahun kapan? temenku sambil garuk-garuk kepala mengingat, beberapa tahun yang lalu Pak, berapa ya... sudah agak lama... wah, kalau sudah lebih dari 6 bulan (sejak saat ini), laporan itu sudah kami turunkan (baca: buang!). laporan yang ada yang semester ini, atau paling tidak satu tahun, selebihnya udah diturunkan (baca: buang dengan 'semena-mena'). temenku langsung shock mendadak--ehm, emang ada shock yang gak mendadak? trus bapaknya meneruskan, mungkin untuk tahun selanjutnya, kami akan menyediakan laporan dalam bentuk digital-programnya sudah ada, tinggal bagaimana penggunanya...lanjut bapak itu. jadi, buat laporan yang sekarang gak ada yang dalam bentuk softcopy, *ato kami tidak boleh melihatnya klo dalam bentuk softcopy, gitu yang kami tangkap.
sehingga, dengan langkah gontai kami keluar dari ruang itu... setelah berkeliling gedung pusat dari sayap selatan, ke barat, utara, timur...baru turun... *gak jelas banget ya...
kami misuh-misuh, haha...
masa ya, laporan-laporan yang penting itu diturunkan (baca: dibuang) gitu aja? apakah pikiran kami benar??? *tolong klo ada yang tau, buktikan klo pikiran kami salah... kami membayangkan, seandainya laporan-laporan itu sejak dari zaman baheula (sejak universitas ini berdiri) sampai sekarang, kalau dirawat dengan baik dan dikumpulin pasti bisa jadi satu gedung sendiri, jadi perpustakaan laporan yang pasti akan berguna sekali... dan itu pasti sejalan dengan obsesi menjadi research university... ya to??? bayangkan, masa research university 'tega' menurunkan (sekali lagi baca: membuang dengan tanpa pandang bulu) laporan-laporan yang dibuat dengan susah payah???
**sekali lagi, buktikan klo pikiran kami salah.. oh ya, kalau tau dimanakah temenku bisa mendapatkan laporan itu (di bagian lain universitas)??? *jangan bilang di tempat pembuangan sampah!!! makasih deh.