Hari ini DF Nuansa sedang merancang sesuatu, maka dari itu temenku Husna datang ke Muntilan karena aku dan Intan masih ada di Muntilan. Sebenernya sang KepSek baru aja balik dari kampung halamannya ke Yogyakarta, tapi dia masih capek dan barusan sakit demam, jadi ya cuman bertiga di rumah Intan.
Ceritanya nggak di rumah Intan sih, tapi di rumahku...jadi langsung loncat aja ya, toh itu di atas kan acaranya ra-ha-sia, hehe...
Si Husna mau pulang, aku bonceng dia waktu turun dari rumah Intan *turun karena rumahnya hampir di lereng merapi*, kupikir cuman di antar sampai kecamatan aja eh..dia sekalian mau main ke rumahku...mumpung katanya. Oh, welcome aja kalau mau ke rumah, hehe...sekalian aku nggak keluar duit buat naik angkutan, kikikik
Di rumah, pohon rambutanku lagi berbuah, ada dua macam..ah, kalau soal nama jenisnya aku nggak inget, yang penting kan makannya, hehe. Di pekarangan rumahku kan ada beberapa pohon, nah tadi tuh aku ma Husna sambil metik buah rambutan--yang sangat tinggi, nggak ada yang batangnya ke bawah, harus pake galah--terus ngobrolin apa aja yang ada di situ..ada pohon pace, sedang berbuah banyak dan buahnya dibiarin jatuh membusuk..si Husna yang mantan bendahara Nu dan berotak bisnis itu langsung ngusulin buat njual buah pace di pasar. Terus ngomongin pohon manggis yang ditanamnya pas aku SD tapi sampai sekarang tingginya masih sepundakku...boro-boro berbuah...masih kecil banget itu mah
Pohon yang lainnya juga nggak luput dari gosipan kami, ada bambu, melinjo, sukun, belimbing *dua macam, blimbing yang bentuknya bintang itu ma belimbing wuluh*, dan durian *pohon tetangga*, dan primadona dari semua pohon adalah pohon rambutanku yang aneh sekali. Bayangkan ya...
Capek metik rambutan si Husna nyeletuk...rumahmu udah ada kebon, tapi sayang...ada yang kurang. "apa?" tanyaku. "Kolam..." eits, jangan salah...kolam? ada dong
Itulah akhir pelajaran biologi
No comments:
Post a Comment