Tuesday, 9 February 2010

Gigi Baru, Rasa Biru (part 2) : Behelista

Dunia nggak akan sama lagi... *lebay mode ON* , dalam beberapa bulan ke depan aku akan hidup dengan gigi berpagar... yup, sedang menjalani perawatan gigi atau istilah kerennya orthodontics, so kemana-mana akan ada pagar yang nangkring di gigiku, hehe...istilah yang aku pakai buat ngganti kawat atau behel. So, welcome to Behelista club *beneran ada clubnya di fesbuk dan di grup onlen lainnya*. Istilah Behelista ini aku dapat dari blog  ini dan di blog itu katanya dapat dari sini .


Ngomong-ngomong behelista, tempat di mana aku menjalani perawatan gigi itu punya banyak pasien..dan kalau ke sana yang nggak pakai behel malah aneh  *kecuali dokter dan asistennya*, yah...mungkin ada asosiasinya juga *mungkin*, soalnya tuh dokter sistemnya `teman ajak teman`, yah gitu deh...pasiennya ada yang dari Magelang, Solo, Jogja...bahkan ada yang dari Cilacap, dan nggak heran kalau datang berbondong-bondong. Biasanya datang sekompi..dan...semuanya pake behel . Karena pasiennya yang banyak itulah, harus nyediain waktu seharian kalau mau kontrol..soalnya bisa terjadi: datang jam 6 pagi..baru ditangani jam 3 siang, antrenya itu lho...


Dan dokternya hafal sama pasien-pasiennya, dan sering ajak ngobrol juga, makanya ruang tunggu jadi satu ma ruang perawatan..nggak ada sekat, toh semuanya juga bakal dikayakgituin *istilahnya*, maksudnya nggak ada yang perlu diprivasi, jadi bisa saling mengobrol, keluar masuk, mengetahui cara kerja dokter *kan kalau pas ditangani nggak bisa liat prosesnya*.


Nambah: sayangnya tempatnya lumayan jauh...apalagi aku nggak bisa ngendarai motor sendiri, jadi harus minta teman untuk mengantar, hem...kalau ada yang mau perawatan gigi juga.. *terutama yang bisa ngendarai motor* bilang ke saya hehehe

No comments:

Post a Comment