Monday, 9 January 2012

Petualangan ke Gua Pindul

Akhirnya ada mood buat nulis...eh, soalnya mau ngerjain yang si mr.S itu masih pusing, jadi ngerjain yang ngga usah pake mikir dulu hohoho (asli bukan alasan koq) 

Nah, sekarang mau cerita perjalanan beberapa hari yang lalu. Tepatnya sih tanggal 8 Januari, ada yang ngebet ngajak jalan-jalan gitu deh, tapi belum tau mau jalan-jalan ke mana. Karena saya malas menentukan tujuan *devil* maka saya minta dia aja yang ngurus semuanya, saya tinggal berangkat aja *hoh hoh hoh*.
Maka diputuskan ke Gua Pindul, berangkat jam 9.00...dan tak lupa menyiapkan perbekalan.


`Krrrring`...alarm pagi berbunyi, saatnya shalat subuhhh, setelah shalat guling-guling bentar sebelum bersiap pergi, kalau perbekalan sih udah siap dari malam. Dan la la la la...jam pun menunjukkan pukul 9.00, ok udah siap  tinggal nunggu jemputan, dan tiba-tiba `ya! pororo-da` eh, maksudnya itu suara ringtone message  dengan isi sms dari sang penjemput, ternyata jam 9.00 itu dari tempat dia berangkat..menuju beberapa tempat yang dijemput *doh*. Singkatnya, kami berangkat dari Jogja jam 10.00.
Perjalanan menuju Gunung Kidul melewati jalanan menanjak dan menikung, yaah...seperti jalan pegunungan pada umumnya . Untuk sampai ke tempat Gua Pindul membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam, yah pokoknya sampai sana adzan dzuhur. Makanya, kami ndaftar dulu, trus shalat dzuhur, baru deh action! *loh*
Rincian biayanya sebagai berikut:
.
.
.
.
.
.
*doh, tiba-tiba lupa*
Pokoknya ada 4 macam "wahana"  *emangnya amusement park* 
Dan kami pilih 2, yaitu menelusuri Gua Pindul (Rp 25.000,00) dan Sungai Oyo (Rp 35.000,00), naik ban dan juga dilengkapi jaket pelampung dan juga dua orang pemandu. Jadi buat yang ngga bisa renang, don't worry...karena saya juga ngga bisa renang, hoh hoh hoh.
Dari basecamp, kami berjalan sekitar 200 meter menuju Gua sambil bawa-bawa ban...ehm
tapi bapak pemandu baik koq, jadi dibawain...hehehe karena jalanan licin juga sih, daripada GEDUBRAK~ babak belur sebelum bertanding. Tak lama kami menjumpai rumah besar kosong yang katanya merupakan bekas penangkaran sarang walet, dan katanya juga nanti di dalam gua kami bakalan lihat atap dari rumah itu, wow.
Dari samping halaman rumah itu, kami turun menuju sendang atau sumber air yang seperti kolam besar atau danau kecil...airnya kaya susu coklat...tapi jangan diminum *ya iyalah*, kecuali terpaksa seperti saya yang panik ngerasa mau tenggelam *doh, malu* 
Sendang tersebut merupakan jalan masuk ke gua. Gua Pindul dibagi menjadi 3 zona..zona terang, zona remang-remang, dan zona gelap...masing-masing zona ada stalaktit dan stalakmit yang semacam gapura gitu. Di jalan masuk dan jalan keluar pun ada stalaktit berbentuk tirai *bayangin aurora deh, nah kaya gitu* dan di belakangnya ada stalaktit yang seperti dilapisi permata...cantik deh. Stalaktit dan stalakmit di sana banyak yang masih aktif, sehingga masih dapat bertambah panjang, tapi kalau banyak wisatawan yang iseng dan ngga bertanggung jawab memegang-megang stalaktit dan stalakmit itu bisa mati.
Di dalam gua Pindul juga ada stalaktit eh apa stalakmit yak..yang terbesar kesekian di dunia *dasar lupa*  gomen ne. Juga ada yang bisa dipukul dan berbunyi seperti gong...bapak pemandu memeragakan untuk kami...tsugoi ne?!
Oh ya, kan tadi udah dibilang kalau jalan masuk gua itu merupakan sendang..nah di dalam gua kedalamannya bisa sampai belasan meter lho, makanya stalakmit yang bisa dilihat cuman yang udah nyembul ke permukaan air.
Di jalan keluar gua, kami main-main bentar...baru menuju ke sungai Oyo yang jaraknya sekitar, ehm 1 kilometer ada deh, lewat pematang sawah. Hari itu gerimis sih jadi lumayan enak...basah dari atas dan dari bawah, ha ha. Di sungai Oyo seperti di gua, juga naik ban...tapi di tengah-tengah jalan kami berhenti. Ternyata di sana ada tebing yang tingginya, hem berapa yak...ngga ngukur, tapi tinggi deh! Nah, yang mau terjun ke sungai bisa dari sana...soalnya di bawah tebing kedalamannya lumayan jadi ngga kebentur batu. Sebenernya saya sudah naik ke tebing tapi mengurungkan niat buat terjun...hehehe *ninja*, alasannya sih di dinding tebing ada yang agak menjorok ke depan..takutnya sih malah nyangkut ke situ...lebih-lebih rok yang saya pake itu berat kena air (_ _") pelajaran buat yang akhwat klo mau ke sana pengen main sepuasnya pakailah baju yang ringan kalau kena air tapi ngga bikin transparan...got it?
Jadi cuma dua orang dari lima orang yang terjun dari tebing...dan salah satu yang terjun itu dua kali... *ninja lagi* . Tapi kata simbah--yang jadi pemandu kami--kalau ragu-ragu mending ngga usah sih. Cuman kadang simbah itu kalau sama partner-nya yang satu lagi sering iseng, ndorong orang yang ragu-ragu. *doh*
Dari sungai Oyo, kami dijemput mobil pick up, ehm sambil nunggu datangnya mobil ada warung yang ngejual minuman hangat dan cemilan yang bayarnya bisa di base camp.

THE END eh,
ya...itu aja sih
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mengenai artikel profil wisata Gua Pindul sendiri bisa dibaca di sini atau artikel lainnya di sini, atau cari-cari artikel...udah banyak koq.

No comments:

Post a Comment