Saturday, 6 June 2009

Gadis Mobil Van

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Teens
Author:Janet Lee Carey
Diterjemahkan dari "The Double Life of Zoe Flynn" (2004)
hehe, mengenang masa-masa SMA, mengenang buku-buku yang aku baca... Oh ya, sama seperti review tepat sebelum ini, novel-novel terjemahan ini diterbitkan oleh Kaifa for Teens (nah, aku nyari-nyari di Toga Mas koq gak ada ya, di Gramedia juga gak ada kayaknya, apalagi si shopping, fiuh...buku AGAK gak diketahui banyak orang tuh susah nyarinya)
sebelum mulai, sori kalau bahasanya agak lebay...hehe (agak slank juga gak apa-apa yah...bukan tulisan ilmiah, harap maklum)

Ceritanya tentang gadis kecil yang memiliki rumah sempurna (dalam bayangannya) yang tidak ingin digantikan oleh apapun. Tapi dunianya serasa berbalik 180 derajat ketika ayahnya mengalami masa-masa sulit, dipecat dari pekerjaannya...dan harus mencari pekerjaan lain yang tidak tersedia lagi di kota kecil tempatnya berada saat ini.
Jadi, mau tak mau mereka harus keluar kota, menyerahkan kembali rumah mereka kepada pemiliknya (ya, rumah itu rumah sewaan, tap begitu luas dan memiliki pekarangan) dan menjual beberapa barang milik pribadi untuk biaya sebelum ayahnya mendapat pekerjaan.
Singkatnya, sampai di kota tempat ayahnya mendapat pekerjaan mengajar paruh waktu, dia dan keluarganya tidak langsung mengalami kemulusan dalam hidup (waha, bahasaku aneh). Siang mereka semua bekerja (ayah dan ibunya) dan sekolah (gadis itu dan adik laki-lakinya) malamnya mereka harus tidur berjejal-jejal dalam mobil van, selain juga harus belajar..(yup, mobil van, mereka belum punya rumah baru). Kehidupan yang mungkin dianggap kurang dari mapan itu harus disembunyikan oleh gadis itu, mereka pun menghindari dari petugas setempat dengan memarkirkan mobil di bagian lain area pemakaman yang tidak terlihat orang. Kehidupan seperti itu tidak cocok untuk anak-anak seusia mereka yang sudah pasti ingin memiliki teman karib. Tidak ada teman karib yang sama sekali tidak tahu di mana tempat tinggalmu! dan, tinggal di dalam mobil van?! hem, sesuatu yang sulit untuk dikatakan dengan jujur.
Ketika sang ayah telah mendapat cukup uang, peristiwa lain terjadi, mobil van mereka harus di-bengkel-kan, dan untuk sementara mereka harus mencari tempat tinggal sementara. Uang yang harusnya untuk mencicil membeli rumah terpaksa direlakan. Gadis kecil itu mengetahui kesulitan keluarganya, dia mencoba-coba cara untuk mendapatkan uang banyak dengan cepat...dia memilih mengikuti undian-undian kecil berhadiah besar, tapi keberuntungan tidak semudah itu.
Ayah dan ibu mereka sadar bahwa hidup seperti itu tidak bagus untuk anak-anaknya, mereka mengumpulkan uang dengan giat, dan walla lagi! uang mereka cukup untuk membeli rumah trailer di pemukiman trailer. Ayahnya senang, ibunya senang, adiknya senang, tapi gadis itu tidak...status tinggal di rumah trailer sama artinya dengan tinggal di tempat kumuh, lebih kumuh dari mobil van. Tapi, demi keluarganya, dia mengalah, walau sangat sulit.
Singkatnya lagi, sang gadis akhirnya mengakui, bahwa rumah itu sangat berharga, apapun keadaannya...asalkan rumah sendiri. Dia pun dengan senang hari mengundang sahabat `karib` barunya ke rumahnya dan menceritakan dari a sampai z, sesuatu yang tidak pernah diceritakannya kepada orang lain.

betapa keluarga dan sahabat merupakan bagian yang berharga

No comments:

Post a Comment