peristiwa ini terjadi waktu aku sama temenku 'jalan-jalan' ke gedung pusat.
ceritanya sih gini, aku nemenin temenku yang ada 'urusan' di gedung pusat. nah, temenku itu PKMnya lolos kan, jadi dia lagi dalam tahap menjalankan PKMnya *bosone gak jelas... atas rekomendasi dosen pembimbingnya, dia disuruh melihat laporan KKN beberapa tahun yang lalu yang juga dibimbing oleh dosen ybs. pertamanya sih ke ruang apa gitu lupa namanya di lantai dua gedung pusat sayap selatan... nah karena ternyata di tempat itu cuman menampung laporan keuangan dari proyek KKN, karena mereka yang mendanai (digarisbawahi ya) jadi tidak ada laporan lain yang sebenernya itu yang diperluin oleh temenku. oleh bapak yang ada di ruang itu, kami disuruh ke ruang LPPM, di sana ada laporan yang boleh dipinjam, mungkin... (garis bawahi mungkinnya). ha, kenapa...karena dari bahasa verbal maupun non verbal bapak itu kami baca sebagai: LPPM itu tempat menyeramkan dan kalian keluar dengan selamat masih untung, *lebay mode on, sebenernya sih secara tersirat bapaknya bilang klo dulu laporan kkn itu gak boleh dipinjem, gak tau klo sekarang...gitu (itu yang aku tangkap)
setelah temenku mengulang kalimat yang sama dengan sewaktu di ruang di lantai dua tadi, bapak itu bertanya, laporan kkn tahun kapan? temenku sambil garuk-garuk kepala mengingat, beberapa tahun yang lalu Pak, berapa ya... sudah agak lama... wah, kalau sudah lebih dari 6 bulan (sejak saat ini), laporan itu sudah kami turunkan (baca: buang!). laporan yang ada yang semester ini, atau paling tidak satu tahun, selebihnya udah diturunkan (baca: buang dengan 'semena-mena'). temenku langsung shock mendadak--ehm, emang ada shock yang gak mendadak? trus bapaknya meneruskan, mungkin untuk tahun selanjutnya, kami akan menyediakan laporan dalam bentuk digital-programnya sudah ada, tinggal bagaimana penggunanya...lanjut bapak itu. jadi, buat laporan yang sekarang gak ada yang dalam bentuk softcopy, *ato kami tidak boleh melihatnya klo dalam bentuk softcopy, gitu yang kami tangkap.
sehingga, dengan langkah gontai kami keluar dari ruang itu... setelah berkeliling gedung pusat dari sayap selatan, ke barat, utara, timur...baru turun... *gak jelas banget ya...
kami misuh-misuh, haha...
masa ya, laporan-laporan yang penting itu diturunkan (baca: dibuang) gitu aja? apakah pikiran kami benar??? *tolong klo ada yang tau, buktikan klo pikiran kami salah... kami membayangkan, seandainya laporan-laporan itu sejak dari zaman baheula (sejak universitas ini berdiri) sampai sekarang, kalau dirawat dengan baik dan dikumpulin pasti bisa jadi satu gedung sendiri, jadi perpustakaan laporan yang pasti akan berguna sekali... dan itu pasti sejalan dengan obsesi menjadi research university... ya to??? bayangkan, masa research university 'tega' menurunkan (sekali lagi baca: membuang dengan tanpa pandang bulu) laporan-laporan yang dibuat dengan susah payah???
**sekali lagi, buktikan klo pikiran kami salah.. oh ya, kalau tau dimanakah temenku bisa mendapatkan laporan itu (di bagian lain universitas)??? *jangan bilang di tempat pembuangan sampah!!! makasih deh.
Untung di ipb kagak hehe..
ReplyDeletesyukur deh syukur... T_T *semoga laporan dalam bentuk softfile segera direalisasikan!!!
ReplyDeleteYah... gitu dwech... Katanya sih Research University
ReplyDeleteOiya, ada juga dosen yang bilang kalo sebenernya hasil penelitian orang Indonesia itu nggak kalah hebatnya sama peneliti luar negeri. Tapi peneliti Indonesia kurang publikatif *bener ga ya istilahnya?*. Juga masalah penyimpanan gitu-gitu masih acakadul.
Oiya, nambahin lagi. That's why kita lagi menggembor-gemborkan istilah KPK - Kompeten Profesional Kontributif di Gama Cendekia maupun KSF dan KSS. Salah satu maksudnya itu kompeten dalam pengetahuan penelitian, profesional dalam pelaksanaannya, dan hasil penelitian itu kontributif bagi masyarakat. nggak cuman manggrok di perpus dan akhirnya dibuang, tapi dimanfaatkan...
ReplyDeleteoke deh Fa, ditunggu realisasinya ^^
ReplyDelete