jadi pengen nulis ini setelah baca banyak novel, hehe... ehm
novel adalah sekumpulan kata yang dipilih pengarang untuk mewakili imajinasinya. setiap pengarang memiliki kamus vocab-nya sendiri-sendiri yang berisi kata yang akan digunakan untuk membahasakan imajinasi, seberapa tebal kamus itu tergantung bagaimana dan seberapa detail dia menggambarkan imajinasi ke dalam tulisannya.nah, tampaknya aku adalah pemilik kamus vocab yang begitu miskin--hanya beberapa lembar dan tak pantas disebut kamus--imajinasiku kadang dangkal saja dan kurang 'wah', kurang terkonstruk dengan baik dan kemudian kata yang kupilihpun kurang mampu membahasakannya secara detail. yang berhasil menjadi tulisan adalah sebagian dari imajinasiku.
novel adalah sekumpulan kata yang dipilih pengarang untuk mewakili imajinasinya dan selanjutnya (terserah) pembacanya akan mem'visualisasi'kan tulisan menjadi suatu adegan mirip film dalam kepalanya.
pola yang terbentuk: imajinasi - kata - imajinasi
tapi tidak semua pembaca melakukan itu sih
bagiku, penting untuk membayangkankan imajinasi orang lain yang sudah tertuang dalam kata sebagai imajinasi kita, setiap kata harus aku bayangkan sebagai 'benda', semakin detail dalam dia menggambarkan imajinasinya semakin tertantang pula aku untuk membayangkannya setiap detailnya.
tapi kata yang dipilih setiap pengarang adalah beda--walau belum begitu banyak novel yang sudah aku baca--dan aku masih kesulitan memilih, ehm bukan, mengambil 'benda' yang tepat sesuai dengan kata yang tertuang dalam novel. entah itu suatu setting yang hanya ada dalam imajinasi pengarang atau memang ada dalam kehidupan nyata ATAU adegan yang begitu kompleks dan pengarang begitu asyik menghujankan kata-kata sehingga membuat imajinasinya seakan hidup, aku begitu kesulitan dalam hal ini...pikiranku akan tumpang tindih (biasanya pengarang tidak puas ketika hanya satu kalimat untuk menggambarkan satu situasi atau adegan pendek--bahkan mungkin, dia akan rela membayar dengan jutaan kata agar imajinasinya dapat terbahasakan secara detail dan menjadi begitu hidup)
perutku akan mual dan kepalaku akan pening ketika mengalaminya...efeknya dua kali lipat jika novelnya menggambarkan adegan romantis...romantis, bukan yang 'lainnya' loh, hehe..
dan aku akan begitu jengkel ketika kumpulan kata itu telah menjadi kumpulan adegan! dan aku telah menonton sebelum membaca...
belum tahu pasti--bagiku--lebih mudah menghafal kata atau menghafal gambar...
Ima, aku ga mudeng...
ReplyDeleteSerasa dikuliah bahasa..
ReplyDeleteGEDUBRAK..! he, buat 20+ sahaja... :p *becanda*
ReplyDeletewedew... hehe...
ReplyDelete